Monday, November 3, 2008
satyayudha
dalam Nuansa
Nyala di dada
Buhulan Cinta !
dimitri mahayana
labirin kecil hitam kumuh pekat dari satyayudha
"prosa tanpa makna"
Cinta menyuarakan gending-gending dan seruling
faqir merintih rindu sembari berkeliling
Cinta meniup lembut lembar-lembar mahkota bunga
faqir menjeritkan harapan ‘tuk bersua
Cinta menjanjikan kekasih yang dirindukan
faqir nanar menangis … menangis … dan menangis
Wahai Kekasih… Wahai Pupur dan Bedak Kesturi
Wahai Seribu Wajah Asmara!
Laksana semut, fawir merayapi gunung-gunung…
di kala angin musim dingin menerpa salju-salju
O…Jenny…kaki fawir membiru, kaku, tiada mampu bergerak
O…Jenny…di manakah dikau harus kucari
O…Jenny…telah kulewati Fuji nun jauh di timur dan ratusan selat-selat berakitkan bambu
O…Jenny…kau tiadalah ada di satu kota-kota cinta
O…Jenny…hanyalah aroma wewangian asli yang kudapat ataulah gambar-gambar berpigura di pasar-pasar burung
Labuan hatiku yang tersembunyi…Jenny Gozali
Harapan rasaku yang tiada terjangkau…’Jenny Gozali
Pujaan nurani yang maha agung…’Jenny Gozali
Piala-piala anggur cinta…Waduudah Jenny
Kecantikan tiada tara tiada terbayang…Jamiilah Jenny
Raup-raup kesempurnaan kasih mesra…Rahiimah Jenny
Rahmat tiada terbatas bagai samudra…Rahmaniyyah Jenny
Puja dan puji yang sempurna….
Tomorrow, I ‘ll love You twice more
Untuk-Mu saja tercurah himmah (keinginan, hasrat, tekad, semangat)-ku
kepada-Mu jua terpusat hasratku
Engkaulah hanya tempat kedambaanku-tidak yang lain
Karena-Mu saja aku tegak terjaga-tidak karena yang lain
Perjumpaan dengan-Mu kesejukan hatiku
Pertemuan dengan-Mu kecintaan diriku
Kepada-Mu kedambaanku
Pada cinta-Mu tumpuanku
Pada kasih-Mu gelora rinduku
Ridha-Mu tujuanku
Melihat-Mu keperluanku
Mengampingi-Mu keinginanku
Mendekati-Mu puncak permohonanmu
Menyeru-Mu damai dan tenteramku
Di sisi-Mu penawar deritaku
penyembah lukaku
penyejuk dukaku
penghilang sengsaraku....
Saturday, November 1, 2008
3 Menyan
enam sayap merpati
sesayat langit perih
dicabik puncak gunung
sebelas duri sepi
dalam dupa rupa
tiga menyan cantik luka
mengasapi duka..
damn!!!
Saturday, October 11, 2008
Cinta
saat rasa itu datang
mengalir di setiap lajur darah
jelajahi jiwa dalam setiap denyutnya
detakan itu menggema dalam relung dan rongga
hanyut kemudian muncul dalam helaian lembut pori-porinya
biru lembut rona langitku
bersemu malu-malu matahari ke pelukan gelap
kedipan genit sang bintang malam
sepotong bulan bagaikan senyuman
menatap lembut sang raja di singgasana pagi
kala bahagia,
cinta itu seperti bunga
tercium harum dalam setiap kelopaknya
bagaikan sepasang burung,
mengepak sayap mengarungi lautan dan berganti musim mengejar tujuannya
seperti angin,
yang membelai lembut membawa ke impian bahagia
menuangkan anggur,
lupakan duka dalam hangat dan bara letupannya
dengan bahagia cinta
ucapkan terimakasih
untuk pohon cinta yang kau tanam
kau siram dan kau pupuk dengan kesabaran
telah membuatnya kokoh meski dihantam badai
itulah cinta
yang membawa luka dengan ikhlasnya
memangku sakit dengan penuh sukacita
membelai derita bagai bayi dalam rahimnya
inilah cinta
membawa aku di hadapanmu
menancapkan duri di bidang dadamu
menjamu sakit di setiap pestamu
menyelimutkan duka kala datang rasa dinginmu
ini aku
yang membawa cinta
namun,
tanpa ditemani ornamen-ornamen penghiasnya


